Senin, 17 November 2014

Kereta Api Magnet

“Naik Kereta api.. tuut tuut,, tuut,,”
“Siapa Henda Turut,,”
Masih ingatkah dengan penggalan lagu diatas??
Sebuah lagu anak-anak yang menggambarkan tentang keceriaan akan sebuah alat transportasi masal bernama Kereta Api. Kereta api menjadi salah satu alat transportasi masal andalan di Indonesia, selain daya angkut yang banyak, kecepatan dan ketepatan waktunya menjadi keunggulan tersendiri bagi kereta api disbanding angkutan lain, kususnya angkutan darat.
Di Indonesia, terdapat lebih dari 300 rangkaian kereta api baik barang maupun penumpang, yang tiap harinya hilir mudik di jalur kereta api di pulau Jawa dan Sumatra. Kereta api umumnya digerakkan oleh tenaga diesel. Sebelum adanya lokomotif bertenaga diesel, kereta api menggunakan tenaga mesin uap. Akan tetapi kereta api ini saat ini hanya ada di Indonesia untuk kereta wisata di Ambarawa dan Solo. Di wilayah Jabodetabek, juga terdapat rangkaian kereta api yang digerakkan oleh tenaga listrik, kereta ini diberi nama Comuter Line Jabodetabek.
Ternyata, selain digerakkan oleh uap air pada zaman dahulu ataupun  diesel dan listrik untuk kereta api saat ini, terdapat juga kereta api yang digerakkan oleh tenaga magnet. Kereta ini disebut  Kereta Maglev, atau singkatan dari MAGnetic LEVitated trains.
Negara-negara maju yang sudah pernah mengoperasikan kereta magnet ini adalaH Jerman, Inggris, Perancis, USA, dan Jepang, juga Negara maju baru yaitu China. Akan tetapi karena mahalnya ongkos pembuatan relnya, kereta magnet ini baru dioperasikan secara komersil di Shanghai China dan Tokyo Jepang.
Sesuai dengan namanya, cara kerja kereta magnet ini menggunakan prinsip gaya angkat dari magnet. Kereta ini tidak menggunakan roda yang berjalan diatas kereta seperti pada umumnya, akan tetapi posisi catokan terangkat 10mm dari rel, kemudian gerak kereta ini dihasilkan dari daya dorong oleh motor induksi.
Terdapat tiga teknologi yang dipakai di kereta Maglev ini, yaitu :
1.       Suspensi Elektrodinamik
Yaitu posisi kereta tergantung pada magnet elektrodinamik.
2.       Suspensi Elektrodinamik
Yaitu posisi kereta tergantung oada elektromagnetik terkontrol.
3.       Inductrack
Yaitu menggunakan magnet permanen dan diyakini lebih ekonomis disbanding teknologi sebelumnya.

Pada awal perancangannya, kereta magnet ini hanya dirancang untuk kereta dalam kota dengan kecepatan maksimal 60 km/jam. Namun, dalam uji coba dan pengembangannya, kereta ini mampu meluncur hingga 400 km/jam, hampir setara dengan kecepatan kereta api tercepat didunia Shinkansen, yaitu 581 Km/jam.
Terdapat dua cara kerja yang dikembangkan pada kereta maglec ini, yang pertama adalah  Electromagnetic Suspension, atau disingkat EMS. Cara kerja ini dikembangkan oleh para ilmuan Jerman. Cara kerja ems yaitu mengambang/menaikkan kereta dari rel setinggi 10 mm dengan menggunakan magnet listrik biasa dari jalur rel. akan tetapi cara ini membuat jarak kereta dan rel kurang stabil, sehingga harus selalu dikontrol. Selain itu ketika daya magnet berkurang, kereta bisa turun dan bergesekan dengan rel kereta.
Cara kerja yang kedua adalah dengan menggunakan electrodynamic suspension atau disingkat EDS. Cara kerja EDS yaitu dengan menggunakan tenaga magnet superkonduktor, tenaga ini mampu mengangkat kereta hingga ketinggian 100-150 mm. cara ini terbukti lebih stabil disbanding dengan cara EMS. Daya angkat yang dihasilkan tidah hanya melalui Guideaway, akan tetapi juga dari kereta itu sendiri. Magnet superkonduktor harus selalu didinginkan untuk menjaga kualitas magnet itu.
Dalam keadaan berhenti, kereta tidak terangkat, kereta baru terangkat ketika magnet superkonduktor dinyalakan, kemudian didalamnya terdapat sensor yang mengatur posisi kereta agar tepat berada di tengah jalur guideway yang kemudian akan dikunci oleh system , dan ini yang membuat teknologi ini lebih stabil, sebab kereta akan tetap melayang dan tidak bergesekan dengan rel. magnet superkonduktor pada dinding rel akan membuat gaya menarik dan mendorong, gaya inilah yang membuat kereta terus melaju.
Jaman dan teknologi terus berkembang, kereta magnet ini tentu membuat suatu terobosan baru untuk membuat energy ramah lingkungan, ditengah semakin langkanya bahan bakar fosil yang terus dikuras dari perut bumi.

Daftar Pustaka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar